Friday, May 10, 2013

DEMOKRASI



I.                   Istilah demokrasi bersal dari barat (prancis) sedangkan di dalam islam istilah yang disamakan demokrasi adalah musyawarah.
a.       Jelaskan persamaan  dan perbedaan antara demokrasi dan musyawarah?
Jawab: 1. Demokrasi
 Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara.
Kata “Demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara.
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan rakyat) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.
2. Musyawarah
Secara etimologis, musyawarah berasal dari kata “syawara” yang pada mulanya bermakna mengeluarkan madu dari sarang lebah. Makna ini kemudian berkembang, sehingga mencakup segala sesuatu yang dapat diambil atau dikeluarkan dari yang lain, termasuk pendapat. Musyawarah dapat juga berarti mengatakan atau mengajukan sesuatu. Kata musyawarah pada dasarnya hanya digunakan untuk hal-hal yang baik, sejalan dengan makna dasarnya.
Karena kata musyawarah adalah bentuk mashdar dari kata kerja syawara yang dari segi jenisnya termasuk kata kerja mufa’alah (perbuatan yang dilakukan timbal balik), maka musyawarah haruslah bersifat dialogis, bukan monologis. Semua anggota musyawarah bebas mengemukakan pendapatnya. Dengan kebebasan berdialog itulah diharapkan dapat diketahui kelemahan pendapat yang dikemukakan, sehingga keputusan yang dihasilkan tidak lagi mengandung kelemahan.
Musyawarah atau syura adalah sesuatu yang sangat penting guna menciptakan peraturan di dalam masyarakat mana pun. Setiap negara maju yang menginginkan keamanan, ketentraman, kebahagiaan dan kesuksesan bagi rakyatnya, tetap memegang prinsip musyawarah ini. Tidak aneh jika Islam sangat memperhatikan dasar musyawarah ini. Islam menamakan salah satu surat Al-Qur’an dengan Asy-Syura, di dalamnya dibicarakan tentang sifat-sifat kaum mukminin, antara lain, bahwa kehidupan mereka itu berdasarkan atas musyawarah, bahkan segala urusan mereka diputuskan berdasarkan musyawarah di antara mereka. Sesuatu hal yang menunjukkan betapa pentingnya musyawarah adalah, bahwa ayat tentang musyawarah itu dihubungkan dengan kewajiban shalat dan menjauhi perbuatan keji.
Mengomentari perintah musyawarah kepada Nabi dalam ayat di atas Muhammad Abdul Qadir Abu Faris menyatakan: “Jika Rasulullah SAW yang ma’shum dan mendapatkan penguat wahyu, sampai tidak pernah berbicara dengan nafsu telah diperintahkan dan diwajibkan oleh Allah SWT agar bermusyawarah dengan para sahabatnya, sudah tentu, bagi para hakim dan umara, musyawarah sangatlah ditekankan”.
Bahkan Rasulullah SAW yang memiliki kedudukan yang sangat mulia itu banyak melakukan musyawarah dengan para sahabat beliau seperti tatkala mencari posisi yang strategis dalam perang Badar, sebelum perang Uhud untuk menentukan apakah akan bertahan di dalam kota atau di luar kota, tatkala Nabi berencana untuk berdamai dengan panglima perang Ghathafan dalam perang Khandaq, dan kesempatan lainnya.
Memang, musyawarah sangat diperlukan untuk dapat mengambil keputusan yang paling baik di samping untuk memperkokoh persatuan dan rasa tanggung jawab bersama. ‘Ali ibn Abī Thalib menyebutkan bahwa dalam musyawarah terdapat tujuh hal penting yaitu mengambil kesimpulan yang benar, mencari pendapat, menjaga kekeliruan, menghindarkan celaan, menciptakan stabilitas emosi, keterpaduan hati.
Perbedaanya
-          Demokrasi itu sebuah kebebasan setiap individu, meskipun individu tersebut orang awam artinya orang tersebut tidak mengerti masalah yang sedang dihadapi, dan dia seakan-akan dipaksa untuk memberikan pendapatnya, secara otomatis pasti dia memberikan pendapat sesuka hatinya, meskipun pendapatnya itu bertentangan dengan agama. Sedangkan musawarah dalam islam itu sejalan dengan ajaran agama yang yakni agama Islam? Dan akan akan membawa kejayaan untuk Islam?
-          Pemungutan suara atau biasa disebut dengan voting sering digunakan oleh lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi baik dalam sebuah negara maupun dalam sebuah perkumpulan biasa, di dalam mengambil sebuah sikap atau dalam memilih seorang pimpinan dan lain-lain. Cara ini sudah menjadi sesuatu yang gak asing lagi di mata kita, karena semua permasalahan diselesaikan dengan cara mengambil suara mayoritas atau dengan pemungutan suara itu. Dengan pemungutan suara secara otomatis siapa saja / masyarakat umum bisa dilibatkan di sini. Padahal kan banyak diantara masyarakat itu gak tau. Dan dalam memilih seorang pemimpin umat pun cara itulah yang digunakan, walaupun orang itu tidak tahu apa dan bagaimana kriteria seorang pemimpin umat menurut konsep Islam
Dalam islam Pemungutan suara atau voting boleh digunakan dalam pengambilan sebuah sikap atau keputusan, tapi tidak untuk menentukan pemimpin umat. yang digunakan adalah metode musyawarah (syuro) dan mengajarkan bahwa kedaulatan itu bukan berada di tangan manusia, tetapi berada di tangan Allah SWT dan Rasul-Nya dan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Hadits. Allah SWT pun berfirman:
Surat An-Nisaa: 58 yang artinya: “Sesungguhnya Allah SWT menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan menyuruh kamu menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil”.
Surat An-Nisaa itu pun menjelaskan bahwa dalam menentukan pemimpin atau memberi amanat itu hanya kepada yang mampu menerima dan melaksanakan amanat tersebut, artinya dia mampu dan termasuk dalam kriteria seorang pemimpin yang dimaksudkan Islam tadi.
-          Dalam musyawarah mufakat, keputusn  ditentukan oleh dalil-dalil walaupun suaranya minoritas
-          Anggota musyawarah adalah ahli ilmu (ulama) dan orang-orang shalih, adapun di dalam demokrasi suara anggotanya bebas siapa saja
-          Musyawarah hanya perlu dilakukan jika tidak ada dalil yang jelas dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Adapun dalam demokrasi, walaupun sudah ada dalil yang jelas seterang matahari, tetap saja dilakukan karena yangberkuasa adalah suara terbanyak, bukan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
-           
b.      Jelaskan pula apa yang dimaksud dengan demokrasi pendidikan?
Jawab: demokrasi Pendidikan adalah pendidikan yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk mendapatkan pendidikan di sekolah sesuai dengan kemampuannya. Pengertian demokratik di sini mencakup arti baik secara horizontal maupun vertikal.
Dalam demokrasi pendidikan, ditunjukkan dengan pemusatan perhatian serta usaha pada si anak didik dalam keadaan sewajarnya (intelegensi, kesehatan, keadaan sosial, dan sebagainya). Di kalangan Taman Siswa dianut sikap tutwuri handayani, suatu sikap demokratis yang mengakui hak si anak untuk tumbuh dan berkembang menurut kodratnya.
Dengan demikian, demokrasi pendidikan merupakan pandangan hidup yang mengutarakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama di dalam berlangsungnya proses pendidikan antara pendidik dan anak didik, serta juga dengan pengelola pendidikan.
c.       Bagaimana pula pelaksanaan demokrasi dengan pendidikan islam di indonesia?
Jawab: pelaksanaan demokrasi pendidikan di dalam pendidikan islam di indonesia dapat kita linat pada UUD 1945 pasal 31 ayat 1 yaitu : “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran”. Sementara itu, demokrasi secara vertikal ialah bahwa setiap anak mendapat kesempatan yang sama untuk mencapai tingkat pendidikan sekolah yang setinggi-tingginya sesuai dengan kemampuannya.
dalam undang-undang ini dijelaskan bahwa semua warga negara berhak mendapatkan pengajaran baik pengejaran umum maupun pengajaran agama, hal yang demikian juga bisa dilihat secara fakta bahwa semua pendidikan di di indonesia sudah dimeratakan, baik sekoalah umum maupun madrasah, dalam rangka agar semua bangsa indonesia bisa menikmati pendidikan.
II.                Proses pembelajaran dalam pendidikan islam harus dilaksanakan secara profesional oleh pendidik uang profesional.
a.       Bagaiman profil pendidik yang profesional dalam pendidikan islam?
Jawab: berdasarkan UU RI No.14 th 2005, tentang guru dan dosen, sebagaimana terdapat pada bab III pasal 7 yang mengatur tentang prinsip-prinsip profesionalitas, pada ayat (1) di nyatakan bahwa profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan pronsip sebagai berikut:
1.      Memiliki bakat, minat  panggilan jiwa dan idealisme
2.      Memliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan ketkwaan dan akhlak mulia.
3.      Memiliki kualitifikasi yang diperlukan sesuai bidang tugas
4.      Memiliki kompetensi yang diperlukan sisuai dengan bidang tugas
5.      Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas profesional
6.      Memperolah penghaslan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja
7.      Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofsionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
8.      Memiliki perlindungan hukum dalam pelaksanaan tugas-tugas profesional
9.      Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewengan mengatur hal-hal yang berkatan dengan keprofesionalan guru.
Sebagai seorang pendidik dalam pendidikan islam kriteria diatas harus disempurnakan dengan UU No. 14 th. 2005, yaitu:
1.      Memiliki komitmen terhadap metu perencanaan, proses, dan hasil yang ingin dicapai dalam pedidikan islam
2.      Memiliki akhlakul karimah yang dapat dijadikan panutan bagi peserta didik
3.      Memiliki niat ikhlas karena Allah dalam mendidik.
4.      Memiliki human relatiaon dengan berbagai pihak yang terkait dalam meningkatkan pelajaran terhadap peserta didik.
b.      Bagaimana pula bentuk bentuk proses pembelajaran yang dapat mencapai ketiga domain (knowing, doing, dan being)/(kognitif, efektif dan psikomotor.
Jawab:
c.       Bagaimana pendapat anda tentang pemberian reward dan punishment dalam pendidikan.
Jawab: 1. Reward.
Adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, sebab dengan semakin tingginya motivasi seorang siswa akan sangat berpengaruh terhadap prestasi mereka. Hal ini sesuai dengat teori yang sering dipakai yaitu adanya stimulus dan respon.
Dalam pendidikan islam juga terdapat reward sebagi motivator bagi manusia untuk benar-benar bertakwa kepada tuhan yang maha esa, dalam Al-Qur’an sering di nunculkan dalam setiap perintah, baik untuk mengerjakan maupun untuk meninggalkan. Dan hal ini dikenal dengan istilah targhib. (sebagai kabar gembira) ex: perumpamaan orang yang menginfakkan harta mereka dijalan Allah seperti perumpamaan

Q.S Al-Baqarah:261 Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Hal ini menunjukkan bahwa di dalam Al-Qur’an sendiri memberikan pengajaran dengan adanya targhib atau reward.
Namun jika di kaitkan dengan pendidikan sekarang, bahwa ditakutkan siswa itu tidak mau belajar jika tidak ada riward, sehinga akan menjadi kendala dalam proses pemblelajaran jika tidak di setiap pembelajaran disertai dengan riward.

2. Punishment
Adalah merupakan suatu hal yang dapat menunjang dan membantu proses pembelajaran, hal ini akan membantu mereka waspada dan tentunya tidak kan mau mengambil resiko.
Dengan adanya punishment ini sebagai alat untuk membatasi kebebasan dan membatasi tingkah laku yang menyimpang dari siswa.
Dalam Al-Qur’an juga dapat kita lihat dalam s\Q.S Al-Baqarah ayt 10, Dalam hati mereka ada penyakit[23], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.Namun meski demikian sangat banyak kita lihat di lapangan penyalah gunaan punishment ini sebagai alat untuk menunjang proses pendidikan.

III.             Keberhasilan pendidikan islam salah satunua ditentukan oleh pendekatan yang di gunakan oleh pereta didik.
a.       Pendekatan yang paling menentukan keberhasialan pendidikan islam
Jawab:Pendekatan yang deterapakan dalam pendekatan pendidikan islam  sangatlah banyak sekali, yaitu:
Ø  Pendekatan pengalaman
Yaitu pemberian pengalaman keagamaan kepada peserta didik dalam rangka penanaman nilai keagamaan.
Ø  Pendekatan pembiasaan
Yaitu suatu tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis tanpa direncanakan terlebih dahulu dan berlaku begitu saja dan kadang kala tanpa pemikiran.
Ø  Pendekatan emosional
Yaitu usaha untuk menggugah perasaan dan emosi peserta didik dalam meyakini ajaran islam serta dapat merasakan mana yang baik dan maa yang buruk.
Ø  Pendekatan rasional
Suatu pendekatan mempergunakan rasio dalam memhami dan menerima kebesaran dan kekuasaan Allah.
Ø  Pendekatan fungsional
Usaha memberikan materi agama dengan menekankan kepada segi kemamfaatan pada peserta didik dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tingkat perkembangannya.
Ø  Pendekatan ketauladanan
Memperlihatkan ketauladanan baik yang berlangsung melalui penciptaan kondisi peraulan ang akrab atara personal sekolah, prilaku pendidikan dan prilaku pendidik yang mencerminkan akhlak terpuji maupun yang tidak langsung melalui suguhan islustrasi berupa kisah-kisah ketauladanan.

Dari sekian banyak pendekatan yang  diterapkan dalam pendidikan islam, sangat sulit jika di tanya manakah pendekatan yang paling menentukan keberhasilan pendidikan islam. Bahkan bisa dikatakan bahwa semua pendekatan yang ada itu merupakan penentu keberhasilan pendidikan islam. Kita tentu menyadari betapa komplitnya permaslahan yang dihadapi oleh ummat muslim khususnya, nyaris hampis setiap individu memiliki permasalahan yang berbeda dengan individu yang lain. hal ini tentu dilatar belakangi oleh sosial, kultural, ekonomi, psikologi, dll. Dan dalam pendekatan pendidikan islam juga sangat komplit dalam mencarikan solusi bagi tiap permaslahan indvidu, sehingga pendekata-pendekatan yang ada merupakan satu kumpulan cara untuk menjawab problem yang terjadi pada setiap individu.
b.      Pendekatan apa yang sering di gunakan Nabi dalam mendidik ummat?
Jawab: pendekatan yang dilakukan nabi ketika itu ialah pendekatan ketauladanan, Ketika sebalum diberkan wahyu kepada nabi, ia merupakan sesosok yang sangat mulia di pandang ketika itu, di mekkah ketika itu tidak ada yang tidak memuji Muhammad karna budi pekerti beliau yang sangat luhur, dan memag wajar saja Ia deberi gelar oleh bangsa arab dengan Al-amin, dan  tercatat dalam sejarah seandainya Muhammad mengatakan akan datang tentra yang akan menyerang kita maka seluruh bangsa arab ketika itu akan percaya kapada Muhammad (lihat kitab khulashah Nurul Yaqiin). Dan ketika Muhammad telah di agkat menjadi seorang rasul terbukti dengan tingkah laku nabi yang selalu mengerjakan sesuatu sebelum memerintahkannya, hal ini juga bisa kita lihat dari salah satu ayat Allah “jangan lah engkau mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan”
Selain itu memang seorang muahmmad merupakan suri tauladan yang baik QS.Al-ahzab: 33.
Dan kenapa ketika itu nabi memakai pendekatan tauladan disebabkan beberapa hal, yaitu:
-          Karena memang salah satu tujuan nabi di utus untuk memperbaiki akhlak manusia, dan sangat tidak mungkin Nabi bisa mencapai tujuan pengutusannya jika beliau tidak menjadi suri tauladan bagi ummat.
-          Jika dilihat dari faktor sosiologi, budaya, geografi sangat lebih efektif jika yang dipakai itu pendekatan tauladan, karena memang ketika itu manusia sudah lebih sesat dari perbuatan binatang, sehingga dengan dakwatul hal memberikan contoh bagi orang arab ketika itu. dan menjadikan mereka tidak mempunyai alasan untuk menentang dakwah nabi.
c.       Apakah pendekatan yang dilakukan waktu pada zaman nabi masih relevan jika di pakai pada saat sekarang ini.
Jawab: Dalam zaman modren seperti sekarang ini pada hakekatnya sama seperti zaman jahiliyah ketika nabi. Namun sekarang lebih populer dengan zaman jahiliyah modren. Ketika kita bertanya apakah pendekatan yang dilakukan nabi dahulu itu masih relevan untuk dipakai sekarang maka jawabnya RELATIF mengingat semakin banyaknya permasalahan yang timbul dalm pendidikan islam pada saat sekrang ini.
Namun pada dasarnya pendekatan itu masih tetap bisa dilkukan karena pendekatan-pendekatan yang ada dalam pendidikan islam merupakan kesatuan yang kompleks, dan saya menilai bahwa ketika hendak menerapkan pendekatan-pendekatan yang lain ketika hendak menghadapi permasalahan yang ada maka pondasi dasar adalah pendekatan tauladan yang akan di berikan kepada ummat.
IV.             Kemukakan salah satu  permasalahan pendidikan islam di indonesia pada saat sekarang ini. Kemudian lakukan analis
Jawab: Mutu pendidikan di Indonesia semakin memburuk. Hal ini terbukti dari kualitas guru, sarana belajar, dan murid-muridnya. Guru-guru tentuya punya harapan terpendam yang tidak dapat mereka sampaikan kepada siswanya. Memang, guru-guru saat ini kurang kompeten. Banyak orang yang menjadi guru karena tidak diterima di jurusan lain atau kekurangan dana. Kecuali guru-guru lama yang sudah lama mendedikasikan dirinya menjadi guru. Selain berpengalaman mengajar murid, mereka memiliki pengalaman yang dalam mengenai pelajaran yang mereka ajarkan. Belum lagi masalah gaji guru. Jika fenomena ini dibiarkan berlanjut, tidak lama lagi pendidikan di Indonesia akan hancur mengingat banyak guru-guru berpengalaman yang pensiun.
Masalah yang lain juga dapat juga kitan lihat yaitu abad ke- 21 gelombang globalisasi dirasakan kuat dan terbuka. Kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain.
Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Dan hasil itu diperoleh setelah kita membandingkannya dengan negara lain. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain.

a.       Kenapa maslah itu terjadi?
Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:
1.      Rendahnya sarana fisik,
2.      Rendahnya kualitas guru,
3.      Rendahnya kesejahteraan guru,
4.      Rendahnya prestasi siswa,
5.      Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
6.      Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan,
7.      Mahalnya biaya pendidikan.
b.       Apa dampak maslah tersebut terhadap pendidikan islam di indonesia?
Jawab: Dampak dari problem di atas sangat berpengaruh dalam penddikan islam di indonesia, seperti yang saya jelaskan di atas bahwa di indonesia di terapkan demokrasi pendidikan, yang salah satunya menyamaratakan pendidikan, dan dalam hal ini dapat di pahami ketika secara keseluruhan pendidikan diindonesia merupakan korban dampak negativ dari problem ini, maka tidak akan terkecuali pendidikan islam. Akan mengalami kemunduran layaknya pendidikan secara umum, sebab hampir seluruh pendidikan di indonesia bersumberkan dari negara.
c.        Dan apa upaya yang harus di lakukan untuk mengatasi masalah-maslah tersebut?
Jawab:  Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, secara garis besar ada dua solusi yang dapat diberikan yaitu:
Pertama, solusi sistemik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme), yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan.
Kedua, solusi teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa.
Maka, solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.
Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, antara lain yaitu:
1.      Meningkatkan akses terhadap masyarakat untuk bisa menikmati pendidikan di Indonesia. Tolak ukurnya dari angka partisipasi.
2.      Menghilangkan ketidakmerataan dalam akses pendidikan, seperti ketidakmerataan di desa dan kota, serta gender.
3.      Meningkatkan mutu pendidikan dengan meningkatkan kualifikasi guru dan dosen, serta meningkatkan nilai rata-rata kelulusan dalam ujian nasional.
4.      Pemerintah akan menambah jumlah jenis pendidikan di bidang kompetensi atau profesi sekolah kejuruan. Untuk menyiapkan tenaga siap pakai yang dibutuhkan.
5.      Pemerintah berencana membangun infrastruktur seperti menambah jumlah komputer dan perpustakaan di sekolah-sekolah.
6.      Pemerintah juga mestinya harus meningkatkan anggaran pendidikan
7.      Penggunaan teknologi informasi dalam aplikasi pendidikan.Langkah terakhir, pembiayaan bagi masyarakat miskin untuk bisa menikmati fasilitas penddikan.

1 comment:

  1. TITanium's - The Anaks Titanium 750ml Pot
    The Anaks Titanium. Description. titanium dental The titanium alloy nier replicant Titsanium. titanium iphone case Size: 5cm 3in x 5cm. Product. The Anaks Titanium is a platinum-plated pot with pottery resin. Features. Size: 5cm polished titanium 3in 2019 ford fusion hybrid titanium x 5cm. Product

    ReplyDelete