Monday, March 4, 2019

ACTIVE LEARNING



A.    Tinjuan Tentang Pendekatan Active Learning
Active Learning pertama kali dikembangkan oleh Mel Silberman seorang guru besar kajian psikologi  pengajaran. Tujuan dari metode ini adalah untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar. Active Learning ini dikembangkan dari pernyataan konfisius 2004 dikutip oleh silberman (2006 : 23)  yaitu :
Yang saya dengar,  saya lupa
Yang saya lihat, saya ingat
Yang saya kerjakan, saya pahami

Pernyataan di atas mengungkapkan bahwa mendengar saja belum cukup dalam proses pembelajaran, namun harus disertai dengan kegiatan melihat dan mengerjakan atau dengan kata lain dalam pembelajaran keaktifan siswa adalah hal yang sangat penting untuk menjadikan siswa paham terhadap apa yang sedang dipelajari.
Menurut silberman (2006:27)bahwa :
Ketika kegiatan belajar sifatnya pasif,siswa mengikuti pelajaran tanpa rasa keingintahuan, tanpa mengajukan pertanyaan, dan tanpa minat terhadap hasilnya. Ketika kegiatan belajar  bersifatr aktif siswa akan mengupayakan sesuatu. Dia mengiginkan jawaban atas sebuah pertanyaan, membutuhkan informasi untuk memecahkan masalah, atau mencari cara untuk mengerjakan tugas.

Dari kutipan diatas jelas perbedaan antara  belajar yang bersifat pasif dengan yang aktif. Pada proses belajar yang bersifat pasif siswa terkesan pasrah terhadap apa yang akan terjadi, kecuali siswa yang mengharapkan  nilai. Namun kondisi seperti ini siswa hanya akan  berorientasi pada nilai tanpa mempertimbangkan proses. Sedangkan pada proses  belajar aktif siswa memiliki semangat juang  yang tinggi dalam proses pembelajaran.
Indikator yang menyatakan aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar menurut Paul B Diedrich dalam Sardiman (1992 : 100):  adalah
a.       Visual activities, yang termasuk didalam misalnya : membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain.
b.      Oral activities, seperti menyatakan, merumuskan, bertanya, memeri saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi dan interupsi
c.       Listening activitas, sebagai contoh mendengarkan : uraian, percakapan, diskusi musik dan  pidato.
d.      Writing activities,seperti :menulis cerita ,karangan laporan ,angket dan menyalin
e.       Drawing activities, misalnya : menggambar ,membuat grafik, peta dan diagram
f.       Motor activities ,termasuk di dalamnya antara lain melakukan percobaan ,membuat konstruksi, model mereparasi, bermain, berkebun dan beternak
g.      Mental activities, sebagai contoh misalnya : menanggap, mengingat, memecahkan soal, menganalisa, melihat hubungan, mengambil keputusan.
h.      Emotional activities, misalnya : menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang dan gugup.
Semua kegiatan tersebut merupakan aktifitas siswa. Siswa diharapkan dapat berperan aktif dalam mencari sesuatu informasi guna menmecahkan suatu permasalahan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, dimana para peserta didik dapat mengembangkan aktivitas dan kreatifitas belajar secara optimal, sesuai dengan kemampuan. Agar siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran diperlukan adanya proses pembiasaan. Untuk memicu agar siswa aktif maka perlu diperhatikan kecakapan dasar sebagai penunjang dalam belajar. Beberapa kemampuan dasar menurut Suparno SJ dalam Syafaruddin (2005 : 214 ) antara lain :
  1. Kemampuan bertanya
  2. Kemampuan pemecahan masalah
  3. Kemampuan berkomunikasi
Aktifitas pembelajaran bersama dapat membantu mendorong pembelajaran aktif. Pembelajaran aktif ditandai dengan berusaha mencari, menjelajahi sesuatu yang ada dalam lingkungan, mengajukan pertanyaan, mencari informasi baru untuk memecahkan masalah atau mencari cara kerja untuk melakukan pekerjaan atau tugas.
Student active learning yaitu menjadikan siswa lebih aktif dengan berbagai kegiatan seperti berbuat, bertindak, berkarya, bereksprimen dan berkarya. SAL tidak lain  untuk pendekatan belajar mengajar yang menuntut murid berbuat lebih aktif, tidak hanya dikenal dengan duduk, dengar, catat dan hafal, hal tersebut dipandang memiliki banyak kelemahan, akan ditinggalkan dalam rangka inovasi pendidikan.
Tujuan awal dari kegiatan belajar aktif adalah untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam belajar. Tujuan penting yang harus dicapai dalam actife learning adalah :
1.      Pembentukan tim          : Membantu siswa untuk lebih mengenal satu sama lain dan  menciptakan semangat kerjasama dan interdependensi.
2.      Penilaian sederhana : pelajarilah sikap, pengetahuan dan pengalaman siswa.
3.      Keterlibatan belajar langsung : menciptakan minat awal terhadap pelajaran. (Silberman. 2006 : 62)
Ke tiga tujuan di atas, akan membantu untuk menciptakan lingkungan belajar yang melibatkan siswa, meningkatkan kemauan mereka untuk mengambil bagian dalam kegiatan belajar aktif, serta menciptakan norma kelas yang positif. Agar belajar menjadi aktif, siswa harus mengerjakan tugas dan belajar aktif, mengkaji gagasan, memecahkan masalah dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari. Belajar aktif harus gesit, menyenangkan, bersemangat & penuh gairah. Siswa harus sering meninggalkan tempat duduk mereka, bergerak leluasa dan berfikir keras (moving about & thinking aloud).
MAL “cara belajar siswa aktif atau student actife learning” merupakan suatu proses kegiatan belajar dimana subjek didik terlibat secara intelektual, emosional sehingga subjek. Didik betul-betul berperan, mengalami dan berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar.

B.     Penerapan Pelaksanaan Metode Active Learning  Dalam Proses Belajar
Tujuan pendidikan secara esensial adalah untuk membentuk  manusia yang mampu  berdiri sendiri disamping berpatisipasi dalam pembangunan terhadap lingkungan, masyarakat dan bangsa. Sedangkan pendidikan itu sendiri adalah usaha sadar untuk memanusiakan manusia menuju kedewasaan intelektual, emosional dan moral sesuai dengan kemampuannya. Dalam kegiatan belajar mengajar dengan tujuan mengambil  bagian dalam   berbagai kegiatan yang bernilai sehingga membangkitkan motivasi, dengan tidak menggunakan  komunikasi satu arah atau metode caramah, memberikan jalan dengan siswa bekerja sendiri, berusaha mencari jawaban dan memecahkan masalah bersama-sama, sehingga lebih menantang daripada memakai pola duduk, catat dan hafal yang memakai pola satu arah.
Dalam proses belajar mengajar memiliki dua tahapan yakni, tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan termasuk penilaian. Tahap perencanaan, proses belajar mengajar terwujud dalam bentuk satuan pelajaran yang berisi rumusan tujuan pengajaran, bahkan pelajaran, kegiatan belajar siswa, metode dan alat mengajar (media). Sedangkan tahap pelaksanaan  proses belajar mengajar adalah interaksi antara guru dengan murid pada saat pelajaran berlangsung sesuai dengan satuan pelajaran atau rencana pelajaran.
RPP (Rencana Pelaksanaan Pelajaran)  yaitu tertulis berbentuk teori di praktekkan pada saat mengajar,  guru harus mendisain lingkunagn belajar atau suasana kelas dengan  baik agar pelajaran  mudah dipahami siswa.
Ciri-ciri proses belajar siswa secara active learning, diantaranya :
·         Situasi kelas menantang murid melakukan kegiatan belajar secara bebas terkendali
·         Guru tidak mendominasi pembicaraan tetapi lebih  banyak memberi ransangan berfikir kepada murid untuk memecahkan masalah
·         Guru menyediakan dan mengusahakan sumber belajar bagi murid, bisa berbentuk sumber tertulis, manusia / murid itu sendiri untuk memecahkan masalah
·         Kegiatan belajar bervariasi tidak monoton
·         Hubungan antara murid dan murid harus mencerminkan hubungan seperti orang tua dengan anak bukan seperti pimpinan dengan bawahan, karena seorang guru sebagai pendidik, pendorong semangat (motivator siswa), pembimbing siswa dalam proses belajar mengajar
·         Situasi dan kondisi kelas bervariasi, hidup, dan berubah-rubah sesuai kebutuhan
·         Siswa mampu mengajukan pertanyaan kepada guru dan pada teman didalam kelas
·         Guru senantiasa menghargai pendapat murid dan memberi pujian atau nilai plus setiap jawaban dan pertanyaan yang diberikan (Silberman : 2006 : 52 )

Menurut Jhon Holt (1967) dikutip oleh Silberman (2006 : 126)   bahwa proses belajar akan meningkat jika siswa diminta untuk melakukan hal-hal berikut :
1.      Mengemukakan kembali informasi dengan kata-kata sendiri
2.      Memberikan contoh
3.      Menganalisanya dalam bermacam-macam bentuk dan situasi
4.      Melihat kaitan antara informasi  itu dengan fakta atau situasi lain
5.      Menggunakan dengan beragam cara
6.      Memperdulikan sejumlah konsekuensi
7.      Menyebutkan lawan atau kebalikannya

Untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan serta sikap secara aktif dalam belajar maka hendaklah mencitakan iklim belajar sebagai berikut :
1.      Belajar dengan kelas penuh. Guru memimpin pelajaran yang merangsang seluruh isi kelas
2.      Diskusi kelas
3.      Kecepatan bertanya.Murid memerlukan penjelasan
4.       Belajar  bersama. Tugas-tugas yang dilakukan bersama dalam kelompok kecil pelajar
5.      Teman sebagai pengajar. Memimpin pengakjaran oleh murid
6.      Belajar bebas
7.      Belajar efektif
8.      Pengembangan keterampilan. Pembelajaran dan mempraktekan keterampilan baik  tekhnik maupun non tekhnik. Melvin l silberman (20006 : 13-14).
MAL cara belajar siswa aktif ataupun student active learning “ merupakan emosional sehingga subjek didik   betul-betul berperan, mengalami dan berperan aktif dalam PBM
Untuk melihat terwujudnya cara belajar siswa aktif dalam proses belajar mengajar terdapat beberapa indikator,  melalui indikator tersebut dilihat tingkah laku mana yang muncul dalam proses mengajar berdasarkan apa yang dirancang guru-guru indikator itu terdiri dari lima sudut yaitu :
1)      Dari  sudut murid dapat dilihat
a)      Keinginan,keberanian menampilkan minat,  kebutuhan dari permasalahan
b)      Keinginan, keberanian untuk berpatisipasi dalam kegiatan, persiapan, proses dan kelanjutan belajar.
c)      Penampilan berbagai usaha atau kekreatifan belaajr dalam menjalani dan menyelesaikan kegiatan  belajar sampai mencapai keberhasilan
d)     Kebebasan atau keleluasaan melakukan hal tersebut di atas tanpa tekanan guru atau pihak lain atau kemandirian belajar.


2)      Dilihat dari sudut guru
a)      Adanya usaha mendorong, membina gairah belajar dan partisipasi murid secara aktif
b)      Peranan guru tidak mendominasi kegiatan proses belajar murid.
c)      Guru memberi kesempatan kepada murid  untuk belajar menurut cara dan keadaan masing-masing
d)     Guru menggunakan berbagai jenis metode mengajar serta pendekatan multi media yang dapat memberi penyegaran fisik dan mental sehingga murid kembali bersemangat dan bergairah dalam belajar dalam membawa  berlibur ke alam bebas atau ke tempat-tempat yang menyenangkan seperti  perpustakaan ke tempat yang bersejarah dan lain-lain untuk menyegarkan diri dengan melakukan hal yang memberi kesenangan dan kesegaran baik jasmani dan rohani
3)      Dilihat dari segi program
a)      Tujuan intruksional serta konsep maupun isi pelajaran itu sesuai dengan kebutuhan minat serta kemampuan subjek didik
b)      Program cukup jelas dapat dimengerti siswa dan menantang siswa untuk melakukan kegiatan  belajar
c)      Bahan pelajaran mengandung fakta atau informasi, konsep, prinsip dan keterampilan



4)      Dilihat dari situasi belajar
a)      Iklim, hubungan intim dan erat antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, guru dengan guru, guru dengan orang tua dan unsur pimpinan sekolah
b)      Gairah serta kegembiraan belajar sehingga siswa memiliki motivasi yang kuat mengembangkan kreativitasnya.
5)      Dilihat dari sarana belajar
a)      Dukungan dari berbagai jenis media pengajaran misalnya buku paket, komputer, televisi, radio, koran majalah dan lain-lain
b)      Kegiatan siswa tidak terbatas di dalam kelas saja tetapi juga diluar kelas seperti karyawisata, tour dan lain-lain.
Untuk terciptanya proses belajar mengajar  yang baik dan  bagus memang sangat diperlukan indikator-indikator tersebut pendidikan kurang berjalan lancar dan tidak sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

2 comments:

  1. Alhamdulillah, tambah lagi ilmu dengan mengetahui active learning menurut Silberman, yang di kembangkan dari pernyataan Konfisius " bahwa yang saya dengar saya lupa, yang saya lihat saya ingat,yang saya kerjakan saya fahami" benar sekali bahwa mendengar saja tidak cukup dalam proses belajar namun harus di sertai dengan kegiatan melihat dan mengerjakan. Ini dapat membantu saya dalam proses belajar mengajar, Terima kasih 🙏

    ReplyDelete